Ekspor ke Timteng naik 25%

 
 
JAKARTA: Departemen Perdagangan optimistis pertumbuhan ekspor produk perdagangan Indonesia ke pasar Afrika dan Timur Tengah (Timteng) bisa melebihi rata-rata 25% mengingat kedua wilayah tersebut, khususnya Arab Saudi, sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi.Bachrul Chairi, Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) mengatakan produk Indonesia memiliki peluang ekspor yang sangat besar ke wilayah Afrika dan Timteng.”Kita sangat mendukung adanya kerja sama dengan negara di wilayah Afrika dan Timteng karena tidak semua mitra dagang yang mau memberikan peluang untuk produk ekspor Indonesia,” ungkapnya kepada Bisnis, kemarin.

Dia menjelaskan produk Indonesia seperti furnitur, tekstil, batik, produk kerajinan dan produk-produk lainnya sangat diminati oleh masyarakat di wilayah Afrika dan Timteng. Selain itu, jelasnya, Indonesia juga sering melakukan pameran dagang ke wilayah tersebut.

Menurut dia, peluang yang telah diberikan oleh pemerintah Arab Saudi untuk produk ekspor Indonesia akan disambut baik oleh Depdag sehingga kerja sama antara kedua negara akan semakin baik.

Perdagangan Indonesia-Arab Saudi (US$)
T a h u n Ekspor Impor
2006 672,0 juta 3,38 juta
2007 944,2 juta 3,37 juta

Sumber : Atase Dagang RI di Riyadh

Sintoyo, Kepala Atase Perdagangan Riyadh Arab Saudi mengatakan kondisi perekonomian kawasan Afrika dan Timteng sedang mengalami pertumbuhan yang tinggi sehingga akan memberikan dampak positif terhadap produk Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Hal ini menjadi peluang produk mana saja untuk masuk, tak terkecuali Indonesia,” ungkapnya dalam Raker Depdag di Jakarta.

Dia mengatakan potensi pasar Timur Tengah dapat ditopang dari pertumbuhan ekonomi negara-negara Timteng yang mencapai 4%-12%, sedangkan untuk negara-negara Afrika mencapai 1,6%-16%.

Selain itu, imbuhnya, pendapatan per kapita masyarakat di wilayah Timteng dan Afrika bervariasi dari US$200 hingga US$ 63.000. (12)

Bisnis Indonesia

 


Comments are closed.